Profil Organisasi Inti Muda Indonesia

Pendahuluan

Kesepakatan global arah pembangunan, Sustainable Development Goals (SDG’s), menempatkan penduduk usia muda dengan rentang usia 10-24 tahun pada posisi yang cukup esensial. Hal ini karena besarnya proporsi kelompok usia tersebut, serta peran orang muda sebagai pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Di Indonesia, jumlah penduduk usia muda hampir mencapai 64 juta jiwa atau sekitar 27,6% dari jumlah penduduk (BPS 2015). SDG’s menekankan agar pemerintah memperhatikan aspek kesehatan untuk menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan penduduk usia muda. Aspek kesehatan orang muda meliputi kesehatan reproduksi, pendidikan dan pelatihan serta pekerjaan yang layak. Pada aspek kesehatan SDG’s tersebut terdapat satu indikator yaitu menurunnya prevalensi HIV dan AIDS termasuk pada kelompok penduduk usia muda.

Epidemi HIV dan AIDS merupakan permasalahan sosial yang memerlukan perhatian dari lintas sektor, guna mencapai target bersama yaitu mengakhiri AIDS pada tahun 2030. Indonesia cukup dini memperhatikan aspek kesehatan reproduksi termasuk HIV dan AIDS dikalangan penduduk usia muda, sebagai program nasional yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) 2004-2025 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019.

Laporan perkembangan HIV dan AIDS pada triwulan I Tahun 2018 menunjukkan pentingnya investasi program pencegahan dan penanggulangan pada kelompok orang muda. Jumlah kumulatif infeksi HIV dan AIDS yang dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah 291,129 kasus HIV dan 106,965 kasus AIDS. Secara konsisten jumlah kumulatif AIDS tertinggi terjadi pada kelompok usia 20-29 tahun, dengan persentase kumulatif mencapai 31,4%, dan persentase kumulatif AIDS pada kelompok usia 15-19 tahun telah mencapai 2,7%. Pada rentang usia tersebut berdasarkan Undang-Undang Kepemudaan No 40 tahun 2009 dinyatakan sebagai penduduk usia muda.

Dalam merespon situasi yang dihadapi oleh penduduk usia muda terkait dengan HIV dan AIDS, maka pada tahun 2018 diinisiasi sebuah organisasi orang muda bernama Inti Muda Indonesia. Inti Muda Indonesia bekerja untuk merespons penanggulangan HIV dan pemenuhan Hak Kesehatan Seksual Reproduksi bagi populasi kunci muda serta kelompok remaja yang paling terdampak dalam epidemi HIV di Indonesia. Kerja-kerja Inti Muda Indonesia terbagi dalam tiga area yaitu; asistensi teknis program, keuangan, dan manajemen organisasi untuk anggota, membangun kemitraan dengan pihak-pihak yang memiliki perhatian terhadap isu-isu populasi kunci muda, dan melakukan advokasi sebagai upaya pemenuhan hak-hak populasi kunci muda.

Dalam tiga tahun terakhir, selain proses pengembangan program untuk populasi kunci muda di Indonesia, seperti dilaksanakannya peningkatan kapasitas, upaya advokasi dan membangun kemitraan bersama stakeholder, Inti Muda Indonesia juga telah berhasil menjadi satu-satunya perwakilan organisasi orang muda dalam Country Dialogue/ Proses pengembangan Concept Note Global Fund Negara Indonesia, serta terlibat sebagai salah satu anggota CCM, dan merupakan orang muda pertama yang menduduki keanggotaan CCM Indonesia. Saat ini Inti Muda Indonesia telah memiliki tujuh wilayah kerja, yaitu DKI Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, Medan, Denpasar dan Jayapura.

Menyadari pentingnya peran populasi kunci muda sebagai sentral setiap pendekatan yang dilakukan, maka Inti Muda Indonesia mengedepankan kepemimpinan populasi kunci muda dalam mengambil kebijakan serta melaksanakan kerja-kerja organisasi. Dalam prosesnya Inti Muda Indonesia telah menyusun Rencana Strategis sebagai acuan pengelolaan organisasi untuk mencapai Visi Misi dalam tiga tahun kedepan (2018-2020).

Visi

“Populasi kunci muda berdaya dan terpenuhi hak-haknya”

Misi

  1. Meningkatkan kapasitas populasi kunci muda mengenai Hak Kesehatan Seksual Reproduksi.
  2. Meningkatkan kinerja organisasi melalui pembenahan tata kelola dan sumberdaya manusia.
  3. Melakukan advokasi untuk mempengaruhi kebijakan terkait hak-hak populasi kunci muda.
  4. Membangun kemitraan yang setara untuk memperoleh dukungan dan meningkatkan sumber daya.

Nilai-nilai

  1. Keberagaman
  2. Hak Asasi Manusia
  3. Keterlibatan bermakna populasi kunci muda
  4. Kemitraan setara
  5. Kerelawanan
  6. Transparan dan akuntabel
  7. Anti kekerasan

Pelaksana Kerja

Dalam pelaksanaannya, kerja-kerja Inti Muda Indonesia akan dilaksanakan dibawah tanggungjawab Dewan Pengurus dan Dewan Pengawas. Hal-hal penting yang perlu diatur untuk mendukung pelaksanaan kerja-kerja Inti Muda Indonesia ini adalah:

Dewan Pengurus

Ketua                    : Sepi Maulana Ardiansyah

Sekretaris            : Irene Audrey Mailoa

Bendahara          : Ade Fikran

Dewan Pengawas

Ketua                    : Missael Hotman Napitupulu

Wakil Ketua I     : Alexandro Dominichus Djogo

Wakil Ketua II    : Victor Andrean Santoso

Sekretaris            : Sopianto Hariri

Bendahara          : Lia Andriyani

Tatalaksana

Program kerja Inti Muda Indonesia akan dijalankan dibawah tanggungjawab Ketua Dewan Pengurus, mulai dari penyempurnaan bersama tim perumus, pengesahan oleh Dewan Pengawas, pelaksanaan rencana kerja, dan monitoring & evaluasinya.